CAVR
Komisi untuk Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR-akronim berbahasa Portugis) Timor Leste- didirikan pada 200 dan berfungsi sejak 2002 sampai hasil akhirnya pada Desember 2005. CAVR adalah lembaga konstitusional independen yang dipimpin oleh tujuh Komisaris Timor Timur dan diberi mandat oleh Peraturan UNTAET 2001/10 untuk melakukan pencarian kebenaran selama periode 1974-1999, memfasilitasi rekonsiliasi komunitas untuk kejahatan yang tidak terlalu berat, dan melaporkan hasil pekerjaan dan penemuannya serta membuat rekomendasinya. Laporan setebal 2.800 halaman berjudul Chega! telah diserahkan kepada Presiden, Parlemen, dan Pemerintah Timor Leste setelah penyelesaian akhir pada Oktober 2005.
SEKRETARIAT TEKNIS PASCA-CAVR (STP-CAVR)
Menyusul berakhirnya laporan CAVR pada Desember 2005, Presiden Xanana Gusmao mendirikan Sekretariat Teknis Pasca-CAVR untuk menyelesaikan proyek-proyek CAVR yang belum selesai. Sekretariat ini menempati kantor yang sama seperti CAVR yaitu di bekas penjara bersejarah di Dili. Empat tanggung jawab utamanya adalah (a) menyebar-luaskan laporan CAVR dan produk-produk lainnya, (b) menyelesaikan program penerbitan CAVR, (c) memelihara arsip-arsip CAVR, dan (d) memelihara situs warisan bersejarah Comarca. Sekretariat ini tidak memiliki tugas meneliti atau melakukan rekonsiliasi.
Selayang Pandang
Presiden Ramos Horta mendukung STP-CAVR
Pada sebuah pertemuan dengan wakil STP-CAVR pada 10 Agustus 2007, Presiden baru Timor-Leste amat mendukung mandat Sekretariat dan meminta agar STP-CAVR terus berlanjut hingga 2008 atau hingga Parlemen dan Pemerintah merespon laporan CAVR.
Presiden juga mendukung proposal agar bekas Comarca Balide, yang direhabilitasi dengan bantuan dana dari Jepang dan dimanfaatkan sebagai kantor pusat CAVR, harus menjadi monumen bagi para korban dan hak asasi manusia, sebagaimana direkomendasikan dalam laporan CAVR.
Presiden Horta dan Agustinho de Vasconcelos, Direktur Pos-CAVR
Perdana Menteri baru berkomentar tentang Chega!
Pada pengambilan sumpahnya 8 Agustus 2007 lalu, Perdana Menteri Xanana Gusmão berkata pada Anggota Parlemen dan Korps Diplomatik yang berkumpul di Palacio do Lahane bahwa laporan CAVR Chega! penting bagi masa depan Timor-Leste. Perdana Menteri TL yang baru berkata: "...Laporan CAVR mengenai pengalaman kolektif selama 25 tahun terakhir harus dipertimbangkan. Pengalaman bersama ini membantu kita memahami masa lalu dan lebih mengenali diri kita sendiri. Dan untuk alasan itu kita tidak bisa mengabaikan pelajaran di masa lalu untuk memahami krisis sekarang ini dan melindungi masa depan."
Hibah World Bank
Sekretariat Teknik Pasca-CAVR (STP-CAVR) adalah salah satu dari sekian organisasi di Timor -Leste yang baru-baru ini diberikan hibah oleh World Bank, didukung oleh AusAID, untuk program Kepemimpinan dan Komunikasi untuk Pembaharuan Bangsa (Leadership and Communication for National Renewal). Hibah sejumlah US$ 49.483,- ini digunakan untuk sosialisasi laporan CAVR, Chega! , kepada masyarakat sipil di Timor -Leste. Proyek sosialisasi ini akan beroperasi untuk enam bulan hingga Desember 2007.
Sosialisasi Chega!
STP-CAVR telah membentuk tiga tim untuk melakukan sosialisasi laporan CAVR kepada masyarakat sipil dan organisasi berbasis agama di Timor-Leste. Dipimpin oleh Jaimito da Costa, program ini fokus untuk mempersiapkan dan memobilisasi organisasi ini untuk bertindak sebagai agen Chega! pada komunitas lokal mereka sehingga Laporan ini memberi kontribusi pada tujuan bangsa yang tengah berjalan dalam membangun budaya anti-kekerasan, hak asasi manusia, dan akuntabilitas di Timor-Leste.
Program Radio
Untuk melengkapi sosialisasi Laporan CAVR, STP-CAVR memulai program radio mingguan pada bulan Juli. Program berjudul Chega! Dalan ba Dame (Chega! Jalan menuju Damai) ini disiarkan dalam bahasa Tetum pada pukul 7 pagi setiap Sabtu pagi di Radio Timor -Leste. Program ini juga disiarkan oleh stasiun komunitas di sejumlah distrik. Program ini akan berjalan hingga Desember.
Promosi Chega! di Jerman
Penasihat Senior STP-CAVR, Pat Walsh, mengunjungi Jerman pada Juni-Juli untuk mempromosikan laporan CAVR dan menghadiri konferensi internasional tentang Perdamaian dan Keadilan yang diadakan di Nurenberg, 25-27 Juni. Kunjungan ini dimungkinkan berkat beasiswa yang disediakan oleh Friedrich Ebert Stiftung. Pat Walsh juga memanfaatkan kunjungan ini untuk mengumpulkan dana, memberi kuliah umum tentang CAVR, mendokumentasikan memorialisasi di Jerman, dan bertemu dengan berbagai organisasi di Indonesia termasuk Aliansi Sosialisasi Chega! di Jakarta. Dia juga menghadiri dengar pendapat keempat Komisi Kebenaran dan Persahabatan (CTF) di Bali, 23-24 Juli 2007.
Pemilihan umum di Timor-Leste dan Chega!
Sejumlah inisiatif telah diambil selama pemilihan presiden dan parlemen nasional baru-baru ini untuk mengingatkan para kandidat bahwa Chega! belum dibicarakan oleh Parlemen atau dilaksanakan oleh Pemerintah. Inisiatif ini termasuk mengadakan briefing bagi wartawan dan LSM mengenai Chega! dan mengadakan seminar di markas STP- CAVR untuk para kandidat parlemen. Para kandidat diberi penjelasan bahwa Chega! telah disebarluaskan di Timor dan bahwa komunitas mengharapkan bahwa parlemen baru membicarakan laporan itu. Para kandidat untuk Fretilin, CNRT, dan PUN sepakat untuk memprioritaskan Chega! bila mereka terpilih.
Presentation di Aceh tentang CAVR dan dokumentasi baru.
Direktur Sekretariat Teknik Pasca-CAVR Rev. Agustinho de Vasconselos, atas undangan Imparsial, menjadi pemakalah pada konferensi yang diselenggarakan Aceh Judicial Monitoring Sistem (AJMI). Konferensi itu bertema "Percepatan Pembentukan KKR Aceh Dalam Upaya Memberikan Keadilan Bagi Korban dan Memantapkan Perdamaian di Aceh". Pada kesempatan ini Direktur menjelaskan metodologi yang digunakan CAVR dalam melakukan tugas pencarian kebenaran dan rekonsiliasi komunitasnya.
Anggota parlemen Inggris kunjungi STP-CAVR
Hon. Ann Clwyd, anggota parlemen dan Ketua All-Party Parliamentary Human Rights Group Inggris, mengunjungi STP-CAVR pada 26 April 2007 untuk menerima briefing tentang diseminasi laporan CAVR dan membicarakan prospeknya di Parlemen Timor-Leste.
Pelatihan untuk wartawan dalam membangun perdamaian
The Friedrich Ebert Stiftung mengadakan pelatihan di Bali pada 8-14 April 2007 bertema " Understanding Conflicts and Building Peace by Systemic Conflict Transformation" (Memahami Konflik dan Membangun Perdamaian melalui Transformasi Konflik Sistematis). Kursus ini berfokus pada cara mendalami pemahaman konflik dan cara agar wartawan dapat mempengaruhi opini publik dengan menyebarkan ide-ide baru untuk resolusi konflik. Cancio Ximenes Soares dari STP-CAVR bergabung dengan para wartawan dari Aceh, Jakarta, Sulawesi, Timor-Leste, dan Papua dalam pelatihan itu.
Organisasi perempuan Indonesia menerbitkan bagian Chega!
Komisi Nasional Indonesia untuk Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sebentar lagi akan menerbitkan bab mengenai kekerasan seksual di Chega! . Tujuannya, "demi mengungkap kebenaran, melaporkan penemuan CAVR, dan memberi rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat yang lebih luas". Lanjutan....